Rivalitas Tersengit dalam Sejarah MotoGP, Valentino Rossi Sangat Banyak Musuh

Posted on

 

Tidak pelak lagi kalau ajang Grand Prix motor dunia sudah bergulir semenjak 1949, serta pastinya banyak rivalitas sengit terjalin. Walaupun begitu, cuma sebagian yang melegenda serta hingga saat ini masih jadi pembicaraan banyak orang di paddock MotoGP popbunker.

Mayoritas rivalitas melegenda ini dirasakan oleh para rider terkuat, sangat bertalenta, sangat ambisius, serta tidak berubah- ubah bertarung papan atas, sebab mereka pasti mempunyai ego besar buat jadi pebalap terbaik di dunia.

Belum lama, Diario AS juga merilis sebagian rivalitas tersengit dalam sejarah MotoGP, yang mayoritas didominasi oleh Valentino Rossi, yang turun di kelas paling tinggi semenjak 2000 serta saat ini mengoleksi 9 gelar dunia. Tetapi, pula terdapat rivalitas sengit yang dirasakan pebalap hebat yang lain.

Valentino Rossi vs Sete Gibernau

 

 

Valentino Rossi serta Sete Gibernau awal mulanya ialah baik, sering liburan serta berpesta bersama. Walaupun begitu, mereka berputar jadi musuh pada 2003 serta 2004, dikala Rossi merebut gelar dunia MotoGP bersama Honda serta Yamaha, sedangkan Gibernau senantiasa jadi runner up.

Puncak rivalitas ini juga terjalin di Qatar 2004, kala Gibernau serta Honda Gresini melapor kepada Race Direction kalau Rossi serta Gauloises Yamaha sudah menyapu serta menggosok gridnya tadi malam saat sebelum balapan demi menemukan grip lebih baik dikala start. Rossi juga dihukum start terbuncit, serta dikabarkan menyumpahi Gibernau supaya takkan sempat menang lagi di MotoGP.

Mike Hailwood vs Giacomo Agostini

 

 

Mike Hailwood serta Giacomo Agostini ialah rival sengit pada 1960- 1970an. Bersama mengendarai MV Agusta, mereka bertarung sengit memperebutkan gelar dunia GP500 1965. Hailwood yang berpengalaman wajib mengalami Ago yang berstatus debutan.

Dikala itu, MV Agusta dikabarkan lebih memihak kepada Agostini, tetapi Hailwood sukses jadi juara dunia serta Agostini jadi runner up. Walaupun begitu, keberpihakan MV Agusta kepada Agostini membuat Hailwood pindah ke Honda pada tahun selanjutnya.

Giacomo Agostini vs Phil Read

 

 

Phil Read dikenal turun lebih dahulu di GP500 dibanding Agostini serta ialah rider utama Yamaha. Tetapi, kepindahannya ke MV Agusta pada 1973 malah menghasilkan rivalitas baru antara dirinya serta Agostini, yang dikala itu ialah rider utama MV Agusta.

Keduanya juga bertarung sengit memperebutkan gelar dunia, serta terdapat perang kecemburuan sebab keduanya mau memperoleh atensi lebih baik dari MV Agusta. Read juga jadi juara dunia, serta Agostini wajib puas duduk di peringkat 3. Setahun selanjutnya, Agostini juga memilah hengkang ke Yamaha.

Valentino Rossi vs Marc Marquez

 

 

Dahulu teman, saat ini musuh. Seperti itu yang menggambarkan Rossi serta Marc Marquez. Marquez yang mengidolakan Rossi semenjak kanak- kanak, menyusul naik ke MotoGP pada 2013. Keduanya kerap bertarung sengit, tetapi senantiasa bersahabat baik hingga 2015.

Masa itu, Rossi mengetuai klasemen rider semenjak seri awal, tetapi menyebut Marquez bermain- main dengannya di Seri Australia, serta menuduhnya bersekongkol dengan Jorge Lorenzo buat menjegalnya merebut gelar dunia ke- 10. Saat ini, ikatan mereka tidak sama lagi semacam dahulu.

Valentino Rossi vs Casey Stoner

 

 

Rivalitas antara Rossi serta Casey Stoner terbentuk semenjak Stoner pindah ke Ducati Team pada 2007. Sekalinya mengendarai Desmosedici, Stoner langsung tampak dominan serta merebut gelar dunia. Dalam perjalanannya kala itu, Stoner juga bertarung sengit dengan Rossi.

Rivalitas mereka juga bersinambung hingga tahun- tahun selanjutnya, apalagi dikala Stoner pindah ke Repsol Honda serta Rossi terpuruk bersama Ducati Team. Puncaknya terjalin di Jerez, Spanyol, pada 2011, dikala Rossi menabrak Stoner dalam balapan. Usai finis, Rossi menghadiri garasi Stoner buat memohon maaf, tetapi Stoner membalasnya dengan menyebut kalimat yang hingga dikala ini masih diingat banyak orang,” Ambisimu sudah menutupi talentamu.”

Jorge Lorenzo vs Dani Pedrosa

 

 

Rivalitas antara Lorenzo serta Dani Pedrosa telah terjalin semenjak GP125 2003, serta terus menjadi kurang baik dikala keduanya turun di GP250 serta bersenggolan di Jerman. Rivalitas keduanya apalagi mengakar hingga ke manajer tiap- tiap, ialah Dani Amatrain serta Alberto Puig.

Keduanya pula masih jadi musuh bebuyutan dikala bersama turun di MotoGP. Apalagi Raja Spanyol Juan Carlos pernah memforsir mereka bersalaman saat sebelum naik podium di Jerez pada 2008, serta usaha ini percuma. Walaupun begitu, bersamaan berjalannya waktu, keduanya berbaikan serta saat ini sama sekali tidak lagi jadi musuh.

Wayne Rainey vs Kevin Schwantz

 

 

Bersama berasal dari Amerika Serikat serta mendominasi masa dini 1990an, Wayne Rainey serta Kevin Schwantz mau meyakinkan siapa yang lebih baik di antara mereka. Rivalitas mereka apalagi telah terjalin semenjak masih turun di AMA Superbike.

Rainey yang membela Yamaha, sukses merebut 3 gelar dunia GP500 dibandingkan Schwantz yang cuma mencapai satu. Uniknya, Schwantz memiliki 25 kemenangan dibandingkan Rainey yang memiliki 24. Rivalitas mereka juga berakhir dikala Rainey hadapi musibah hebat di Misano pada 1993, yang melumpuhkan kedua kakinya. Insiden itu nyatanya sangat mempengaruhi Schwantz serta buatnya khawatir. Sehabis berdiskusi dengan Rainey yang saat ini malah jadi teman- temannya, Schwantz memilah pensiun pada 1995.

Mick Doohan vs Alex Criville

 

 

Senantiasa membela Honda semenjak dini kariernya di GP500, Mick Doohan sukses merebut 5 gelar dunia pada 1994- 1998, serta Alex Criville senantiasa membuntutinya. Doohan pasti lebih dominan, tetapi Criville yang ialah tandemnya di Repsol Honda pasti tidak ingin diam saja.

Puncak rivalitas mereka juga terjalin di GP500 Ceko 1996, dikala Criville finis kedua di balik Doohan dengan jarak 0, 002 detik saja. Criville juga membalas kekalahan ini di kandang Doohan, Eastern Creek, Australia. Walaupun tidak menang, Criville finis keenam usai menyalip Doohan di lap terakhir.

Kenny Roberts sr vs Barry Sheene

 

 

Tidak pelak lagi kalau Barry Sheene ialah salah satu rider yang sangat terkenal di dunia pada 1970an sebab tidak hanya berprestasi, dia pula memiliki kepribadian unik yang buatnya disukai oleh banyak orang.

Sheene juga sukses merebut gelar dunia pada 1976 serta 1977, tetapi dia dikalahkan oleh Kenny Roberts sr 3 kali beruntun pada 3 masa selanjutnya. King Kenny juga sukses mencuri atensi yang sepanjang itu jadi kepunyaan Sheene, tidak cuma berkat prestasinya, tetapi pula kenyataan kalau dia jadi pelopor style balap modern, mengawali style balap di mana lutut melekat pada aspal di tiap tikungan.

Valentino Rossi vs Jorge Lorenzo

 

 

Rivalitas antara Rossi serta Lorenzo telah diprediksi bakal terjalin sekalinya Lorenzo diumumkan hendak jadi tandem Rossi di Fiat Yamaha pada MotoGP 2008. Rossi sendiri telah tidak menggemari keberadaan Lorenzo di timnya. Baginya, memintanya bertandem dengan rider yang sama kokoh merupakan fakta kalau Yamaha tidak menghormatinya.

Rossi juga memohon garasi mereka dipisahkan oleh tembok pembatas, berdalih itu sebab dia memakai ban Bridgestone sedangkan Lorenzo mengenakan Michelin. Tetapi tembok itu tampaknya senantiasa terdapat kala Lorenzo pula mengenakan Bridgestone akibat terdapatnya ketentuan suplier tunggal ban MotoGP yang bergulir semenjak 2009.

Mereka juga berulang kali bertarung di dalam lintasan, tetapi pula sering cekcok di luar lintasan, hingga Rossi pindah ke Ducati serta terpuruk pada 2011 serta 2012. Uniknya, Rossi malah berterima kasih pada Lorenzo yang mengizinkannya kembali ke Yamaha pada 2013, walaupun rivalitas mereka kembali menyala hingga 2016. Tidak lagi bertandem semenjak 2017, saat ini Rossi serta Lorenzo kembali berbaikan serta tidak lagi sempat cekcok.

Valentino Rossi vs Max Biaggi

 

 

Rivalitas antara Rossi serta Max Biaggi bisa jadi ialah rivalitas yang sangat melegenda di sejauh sejarah Grand Prix. Tidak cuma sengit di lintasan, keduanya pula kerap cekcok di luar lintasan dengan kisah- kisah aneh nan ajaib tersebar di paddock MotoGP.

Rivalitas mereka apalagi telah terjalin semenjak 1996- 1997, dikala Rossi serta Biaggi turun di kelas berbeda, ialah di GP125 serta GP250. Biaggi yang kala itu jadi bintang utama Italia, senantiasa digadang- gadang hendak disusul oleh Rossi ialah rising star dari negeri yang sama.

Rivalitas kian sengit dikala Rossi naik ke GP500. Pada 2001, keduanya ikut serta insiden di Suzuka, Jepang, di mana Biaggi nampak mendesak Rossi keluar trek dengan sikut kirinya kala keluar dari salah satu tikungan. Sebagian lap setelah itu, Rossi menyalip Biaggi serta mengacungkan jadi tengah padanya.

Di Catalunya, Spanyol, insiden lain terjalin. Keduanya ikut serta baku hantam saat sebelum naik podium. Dalam novel otobiografinya, Rossi menyebut Biaggi mendesak salah manajernya, Gibo Badioli, kala hendak menaiki tangga. Keduanya membantah silih tonjok dikala terletak di jumpa pers, walaupun wajah Biaggi menampilkan ciri merah. Biaggi juga berdalih dengan statment yang hingga dikala ini masih diingat banyak orang,” Ini sebab digigit nyamuk.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *