3 Pemain Asing dengan Religiositas Besar di Arema FC

Posted on

Umat Islam di Indonesia baru saja memperingati Hari Raya Idulfitri. Bicara soal menempuh ibadah, Arema FC sempat diperkuat sebagian pemain asing yang mempunyai religiositas ataupun dedikasi terhadap agamanya yang besar dari popbunker.

Bukan rahasia lagi bila begitu banyak pemain asing yang berkompetisi di Indonesia setelah itu jadi masyarakat negeri Indonesia. Banyak pula yang setelah itu merasakan gimana tekunnya rekan setimnya menempuh ibadah di sela- sela aktivitasnya bagaikan pesepak bola handal sampai kesimpulannya memutuskan buat jadi mualaf.

Pada tahun ini, di mana Hari Raya Idulfitri terasa sedikit berbeda sebab pandemi virus corona, beberapa pesepak bola asing yang berkarier di Indonesia, memutuskan buat memperingati hari kemenangan tersebut di Tanah Air, paling utama mereka yang telah menikah serta mempunyai keluarga di Indonesia.

Bicara soal pesepak bola asing dengan kesalehan ataupun religiositas yang besar, Arema FC sempat mempunyai 3 pemain berkarakter semacam itu. Terdapat yang mempunyai ritual pengajian saat sebelum bertanding, sampai begitu tertib dalam melaksanakan salat 5 waktu tidak terkendala suasana serta keadaan apapun.

Siapa saja pemain yang mempunyai kepribadian tersebut serta sempat bermain di Arema FC? Berikut ini rangkumannya.

Ahmet Atayev

 

Pemain asal Turkmenistan ini bergabung bersama Arema FC pada pertengahan masa 2017. Dikala ia bergabung, kepribadian religiusnya telah nampak. Atayev seseorang Muslim yang taat.

Atayev bergabung Arema kala rombongan regu lagi terletak di Jakarta melawan Bhayangkara FC. Dikala rombongan terletak di Lapangan terbang Halim Perdanakusuma, Atayev menyempatkan diri salat di antara pilar di ruang tunggu lapangan terbang.

Waktu itu ia tidak paham Bahasa Indonesia sehingga kesusahan mencari Musala. Tanpa banyak merepotkan rekan regu yang belum diketahui, ia cuma mencari ketahui arah kiblat buat melaksanakan Salat.

Sehabis itu, tidak tidak sering Atayev izin saat sebelum ataupun di tengah latihan buat beribadah sejenak. Paling utama dikala latihan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Lantaran latihan sore di Kanjuruhan memakan waktu ekspedisi nyaris satu jam, terkadang latihan Arema diawali saat sebelum Salat Ashar. Sehingga ia menyempatkan diri Sholat dikala sela waktu latihan.

Atayev berasal dari negeri yang pula kebanyakan Muslim. Tetapi, dari penampilannya sekilas ia bukan wujud religius. Tetapi, ia tekun melaksanakan salat 5 waktu.

Makan Konate

 

Satu perihal yang sangat gampang diingat kala berjumpa Makan Konate. Tiap kali mengawali pembicaraan, pemain asal Mali ini hendak langsung mengucapkan Assalamualaikum, suatu bukti diri muslim yang senantiasa diperlihatkannya kala berdialog dalam konferensi pers ataupun tahap wawancara sehabis latihan.

Awak media di Malang pernah kaget dikala awal kali Konate tiba serta menerima permintaan wawancara. Keterkejutan itu lebih sebab para wartawan melontarkan persoalan bertubi- tubi tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.

Konate seolah mau membagikan contoh gimana dirinya mengawali seluruh suatu dengan memakai salam.

Tidak hanya itu, kala membela Arema FC pada masa 2018 sampai 2019, Konate sering ikut serta dalam beberapa aktivitas religi, tercantum salat Idul Adha berjamaah pada 2019. Apalagi dia terletak di barisan terdepan dengan pakaian baju tertutup yang dikenakannya.

Cristian Gonzales

 

Cristian Gonzales merupakan contoh pemain asing yang setelah itu memilah buat jadi mualaf di Indonesia. Pemain kelahiran Uruguay ini telah jadi muslim semenjak 2003 serta jadi masyarakat negeri Indonesia pada 2010.

Cristian Gonzales ialah muslim taat yang mempunyai ritual spesial saat sebelum bertanding. Dia sering mengadakan pengajian bersama anak yatim di rumahnya.

Kala membela Arema FC pada 2013 sampai 2017, Gonzales pula kerap mengundang suporter buat membaca pesan Yassin pada malam hari saat sebelum bertanding.

Perihal tersebut jadi suatu kerutinan baik yang terus terpelihara sampai dikala ini. Bersama klub apa juga ia bermain, El Loco tidak sempat absen buat membuat pengajian teratur di rumahnya.

Tradisi ini dicoba buat membagikan kelancaran dalam pertandingan yang hendak dijalaninya. Tidak hanya itu, pasti pula berbagi rezeki dengan orang lain.

Pemain naturalisasi ini mengaku lebih tenang menempuh pertandingan sehabis menempuh seluruh aktivitas tersebut. Dapat jadi, ketenangan yang didapatkannya di depan gawang lawan jadi buah manis dari tradisi yang senantiasa dikerjakannya secara teratur itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *